Friday, June 23, 2017

KEUTAMAAN PUASA 6 HARI SYAWWAL versi Matematika

Tulisan ini membahas 1 bulan Ramadhan + 6 hari Syawwal = 1 tahun menurut sudut pandang matematika

Jika perut ini sudah biasa dengan menahan lapar, jika tenggorokan ini sudah bersahabat dengan haus, karena terbiasa berpuasa selama Ramadhan, maka lanjutkan positive habit itu di bulan selanjutnya: Syawwal.
Berpuasalah setidaknya 6 (enam) hari di bulan Syawwal setelah sebulan puasa di bulan Ramadhan. Maka Anda berhak mendapatkan pahala seperti puasa satu tahun lamanya.
Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
 مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).

1 bulan Ramadhan + 6 hari Syawwal = 1 tahun.
Bagaimana ini? Coba kupas dalam sudut pandang matematika.
Kita mulai dengan statement bahwa setiap satu kebaikan akan dibalas minimal dengan sepuluh kebaikan yang semisal.
 مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
 “Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya”
(QS al-An’aam ayat 160).
Ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan sebulan penuh akan dibalas dengan 10 bulan kebaikan puasa.
 1 bulan puasa = 10 x 1 bulan = 10 bulan (i)
Sedangkan puasa enam hari di bulan Syawal akan dibalas minimal dengan 60 hari kebaikan puasa.
 6 hari puasa = 10 x 6 hari = 60 hari. 60 hari = 2 bulan (ii)
 Jika dijumlah (i) + (ii), maka puasa 10 bulan + 2 bulan sama dengan 12 bulan.
 12 bulan = 1 tahun.
Maka, benarlah bahwa puasa Ramadhan satu bulan disusul 6 hari puasa di bulan Syawwal seperti puasa 1 tahun.


Oleh : Muhamad Mas’ud | Glondong Wirokerten, 29 Ramadhan 1438 H / 24 Juni 2017 

No comments:

Post a Comment